PEKANBARU – Perpustakaan Universitas Islam Riau (UIR) menggelar webinar bertajuk Etika Akademik dan Teknik Pengutipan Ilmiah pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom. Webinar mengangkat tema “Kutip dengan Tepat, Tulis dengan Integritas”.



Kegiatan ini menghadirkan Gilang Nugroho, S.E., M.M., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIR, sebagai narasumber. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya kejujuran dalam dunia akademik. Selain itu, peserta juga belajar cara mengutip sumber ilmiah dengan benar.
Memahami Pentingnya Etika Akademik
Dalam pemaparannya, Gilang Nugroho menjelaskan bahwa integritas akademik merupakan dasar dalam menghasilkan karya ilmiah yang baik. Integritas tidak hanya berarti menghindari plagiarisme. Namun, hal ini juga mencakup kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan sikap saling menghormati.
Selanjutnya, narasumber menjelaskan enam bentuk pelanggaran integritas akademik berdasarkan Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021. Bentuk pelanggaran tersebut meliputi:
- Fabrikasi, yaitu membuat data atau hasil penelitian yang sebenarnya tidak ada.
- Falsifikasi, yaitu mengubah atau memanipulasi data penelitian.
- Plagiat, yaitu menggunakan karya orang lain tanpa mencantumkan sumber.
- Kepengarangan tidak sah, yaitu mencantumkan nama penulis tanpa kontribusi yang jelas.
- Konflik kepentingan, yaitu kepentingan pribadi yang memengaruhi objektivitas karya ilmiah.
- Pengajuan jamak, yaitu mengirimkan karya yang sama ke lebih dari satu jurnal atau forum.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami berbagai bentuk pelanggaran tersebut. Dengan begitu, proses penyusunan tugas dan karya ilmiah dapat berjalan sesuai etika akademik.
Mengenal Teknik Pengutipan Ilmiah yang Benar
Pada sesi berikutnya, peserta mempelajari tiga teknik penggunaan sumber ilmiah. Ketiga teknik tersebut adalah kutipan langsung, parafrasa, dan ringkasan.
Kutipan langsung menggunakan kalimat yang sama dengan sumber asli. Sementara itu, parafrasa menyampaikan kembali gagasan penulis lain menggunakan bahasa sendiri. Adapun ringkasan berisi inti pembahasan dari sumber yang lebih panjang.
Narasumber menekankan bahwa ketiga teknik tersebut tetap wajib mencantumkan sitasi. Dengan demikian, pembaca dapat mengetahui asal informasi dan menelusuri sumber aslinya.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan tentang penulisan sitasi menggunakan gaya APA edisi ke-7. Materi ini juga memperkenalkan gaya sitasi Harvard, IEEE, Vancouver, dan Chicago.
Dalam penerapannya, mahasiswa perlu mengikuti pedoman penulisan dari program studi atau jurnal tujuan. Hal terpenting adalah menggunakan satu gaya sitasi secara konsisten.
Pemanfaatan Mendeley dan Zotero untuk Mengelola Referensi
Untuk mempermudah penulisan karya ilmiah, narasumber turut menjelaskan penggunaan aplikasi Mendeley dan Zotero. Kedua aplikasi ini membantu mahasiswa menyimpan dan mengelola referensi.
Selain itu, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk memasukkan sitasi ke dalam dokumen Microsoft Word. Mahasiswa juga dapat menyusun daftar pustaka secara otomatis.
Namun, hasil sitasi otomatis tetap perlu diperiksa kembali. Tujuannya agar nama penulis, tahun terbit, judul, dan informasi referensi lainnya sesuai dengan sumber asli.
Memahami Penggunaan AI dalam Penulisan Akademik
Webinar ini juga membahas penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan akademik. Narasumber menjelaskan bahwa AI dapat membantu mahasiswa mencari ide, memahami materi, memeriksa tata bahasa, dan menyusun kerangka tulisan.
Meski demikian, penggunaan AI harus dilakukan secara bijak. Mahasiswa tidak boleh langsung menggunakan hasil AI tanpa pemeriksaan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan munculnya informasi dan referensi palsu. Oleh sebab itu, setiap referensi yang dihasilkan AI harus diperiksa melalui Google Scholar, Garuda, Crossref, atau situs jurnal resmi.
Selain itu, penggunaan AI dalam penulisan akademik perlu dilakukan secara transparan. Penulis tetap bertanggung jawab atas isi dan kebenaran karya ilmiah yang dihasilkan.
Meningkatkan Literasi Akademik Mahasiswa
Melalui webinar ini, Perpustakaan UIR berharap mahasiswa semakin memahami etika akademik dan teknik pengutipan ilmiah. Peserta juga diharapkan mampu mengelola referensi dengan baik serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Perpustakaan Universitas Islam Riau dalam meningkatkan literasi informasi dan mendukung kegiatan akademik mahasiswa.
Dengan pemahaman yang baik tentang etika akademik, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memiliki sumber yang jelas, dan terhindar dari praktik plagiarisme.
Kutip dengan tepat, tulis dengan integritas.


